Headlines News :
Home » » Pelangiku

Pelangiku

Written By Anis Khairunnisa on Senin, 14 April 2014 | 07.29



Aku ingat pertama kali kita berkenalan, Abang. Juga sama. Ketika duniaku sedang abu-abu seperti malam ini.

Engkau datang bak semilir angin yang perlahan mengibas kabut dukaku. Pelan-pelan, tapi pasti. Kemudian engkau menjelma menjadi pelangi di hatiku. Membias menjadi warna-warna indah yang mampu membuat ceria sepanjang hari yang ku lewati bersamamu.

Engkau Abang datang, yang sebelumnya tak pernah ku dambakan. Kau kenalkan aku pada satu rasa aneh bernama entah. Pada dia yang disebut rindu, juga debar menyebalkan dalam dada yang orang bilang itu cemburu.

Abang, semakin hari rasaku padamu semakin liar. Seperti sehari saja aku tak bisa melewatinya tanpa bersamamu.

Tapi ku sadar pada Ayahku belum saatnya kau berani datang. Usia juga pengalamanmu belumlah terlalu matang.

Terbanglah, Abang!
Terbang setinggi dan sebebas mungkin bak Rajawali nun gagah membelah khatulistiwa.

Masih banyak yang harus engkau selesaikan dengan dunia luar, sebelum ahirnya engkau berani memutuskan satu wanita sebagai duniamu.

Maka sebelum semuanya semakin dalam, ijinkanlah aku menghilang...
Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Anda pengunjung ke:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Rainbow After Tears - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template