Rindu Tiada Bertuan~
Alunan derai kerinduan mengalir di sepanjang sepi
Nafas terengah menahan segumpal harapan semu
Kau. Kaulah satu kerlip bintang kehidupanku
Andainya kau tau segenap rasa yang kutanggung
Sesungguhnya aku sangat merindukanmu
Aku mencintaimu, meski kau tak cinta
Surgaku saat kobaran rindu semakin mencuat menyiksa
Aroma khas nikmatnya kesakitan merindu kian menjajah ruang pikirku
Membunuh setiap cinta baru yang menyelusup hendak menyapa
Mengusir paksa perasaan lain yang coba bertahta
Yakinku kesakitan merindu inilah surgaku
Ini hariku kian terbalutkan gulita
Nyanyian jangkrik dan kodok sawah menyapa menghardik kesedihanku
'Tak usah hanyut terlalu dalam' bisik salah satu mereka
Aroma kecintaan memang tak pernah layu dari sosokmu
Namun sekalipun aku merindu, kau tak pernah tau!
Sepoi angin malam saling berhembus nenobrak masuk dalam pori-pori hati
Erangan kerinduan semenjak fajar masih liar berkobar
Nyanyikan lagi sebuah lagu kerinduan terdalam
Jejak-jejak air mata dan senyuman yang tertinggal,
Akankah mampu menerjang kehampaan?
Sekeping hatiku kini terkulai, terlemah tak berdaya
Aku memandangmu dari sudut terdalam hatiku
Indah megah karya Tuhan yg terpancar dari rautmu
Fatamorgana kerinduan yang semakin mendalam
Untukmu.. untuk cinta kasih pertamaku,
Lalu mudahkah aku melupakanmu?
_ANKASA_
Home »
Dunia Ankasa
» Puisi ~ Merindu
Puisi ~ Merindu
Written By Anis Khairunnisa on Senin, 14 April 2014 | 22.26
Label:
Dunia Ankasa


