Headlines News :
Home » » Dan Kini Aku KECEWA #Lalalala~ (1)

Dan Kini Aku KECEWA #Lalalala~ (1)

Written By Anis Khairunnisa on Jumat, 27 Juni 2014 | 09.04


Kekecewaan itu hadir kembali. Iya! Dia ada di sini. Mencabik perasaan sayang yang tak berdosa. Jika kau bertanya bagaimana hadirnya kecewaku, sedang sayang adalah perasaan memberi tanpa mengharap kembali, maka aku jawab itu benar.

Kekecewaanku bukan sebab dia lebih memilih wanita lain tuk lewati hari indah bersamanya. Bukan. Kecewaku bukan pula karena janjinya bertahun lalu untuk tetap menantiku dalam cinta telah dia ingkari. Aku kecewa karena dia begitu gagah. Lelaki tangguh yang setiap langkahnya tak lelah menjelajah cakrawala, mendaki batas-batas khatulistiwa.

Namun... Keteguhannya tak segagah tegak langkahnya. Tak setangguh rindunya pada kebebasan. Tak sebergemuruh teriakkannya menantang biru dan hijau. Keteguhannya tak ada. Entah apa namanya.


Bukan penepatan janjinya yang aku nanti. Namun keteguhan menjaga dirinya sendiri, menjaga hati, menjaga nafsunya. Sebab ku sayangi dia. Bukan! Bukan ku memintanya tetap teguh menjaga diri untuk menantiku. Bukan. Melainkan untuk seorang wanita yang kelak ia panggil "Jauzatii..." Mungkin jika bukan dengan pacaran caranya mengajak seorang wanita merasakan keindahan cinta bersama dalam sebuah ikatan, mungkin aku tak akan pernah sekecewa ini.

Biar ku ingatkan lagi, Abang...

Perasaan cinta, benci, kecewa, bahkan marah, tak pernah salah. Tidak pernah. Sebab yang membolak-balikkan hati manusia, bukan manusia itu sendiri. Melainkan Allah.

Hanya Allah yang berkuasa pilihkan satu rasa paling dominan yang nantinya akan mampu memperbudak dirinya sendiri. Hingga dia merasa perasaannya begitu suci, terlampau agung bertahta dalam ketulusan jiwa, merasa perasaannya takkan pernah berubah, menganggap hati sudah temukan muara yang tepat, merasa kesemuan itu jawaban Tuhan atas penantiannya. Merasa hatinya telah berhenti selamanya. Merasa hati sudah temukan muara dan telah berhenti selamanya. Kesemuan? Tentu saja. Cinta mana yang mampu menandingi kehakikian cinta Allah, cinta Rasulullah?

Rasa menjadikannya lupa, bahwa bagi Allah mudah saja membalikkan rasa. Mudah. Ketika Allah berkehendak, Dia cukup berfirman KUN. Maka cinta yang sudah bertahun ada di hatimu pada seseorang yang kau panggil sayang itu, seketika berubah benci. Atau sebaliknya. Dalam sekejap. Apa yang mustahil? Semua hal yang kau anggap rumit sekalipun, begitu mudah di bawah kekuasaan sang Raja di atas para penguasa; Allah.
Maka perasaan itu tak pernah salah. Bahkan ketika kau merasa benci dan sangat marah pada seseorang. Itu tak salah. Yang terkadang salah adalah cara kita menyikapi segala rasa yang ada.
:) bukankah bahkan untuk memastikan Islam selalu ada di hati kita pun, kita musti memohon pada yang punya hati?

"Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik." Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu.

Lantas bagaimana engkau seenteng itu menganggap cintamu sudah benar-benar berhenti pada satu nama? Dengan rajin berdoa pada Allah, minta dilanggengkan hubungan dengan wanita yang hei, siapa dia? Pacarmu? Wah becandamu lucu sekali. Khlawat aja tuh Allah gak bolehin. Gimana ceritanya Allah akan merestui hubungan yang kalian namakan "Pacaran Islami" itu? Subhanallah...


Engkau Abang, aku tidak membencimu. Yang aku benci adalah caramu menyikapi perasaan cintamu itu. Aku tak benci kamu, bang. Hanya kecewa~

Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Anda pengunjung ke:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Rainbow After Tears - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template