Melambai-lambai kelopakmu di bawah mentari
Angin menghempas goyangkan tubuh berduri
Warnamu kuning, menatapmu sejukkan hati
Air menetes, embun pagi basahi kelopak nan suci
Rasanya tak pernah jemu kau kucumbui
Kuningmu tulus lambang persahabatan abadi
Ungkapan hati yang tak mampu dituai sejuta puisi
Negri pelangi tak seindah tangkaimu yang berduri
Ingin kukecup meski ahirnya darah di pipi
Nyatanya ku lebih tau kau tulus hati
Genggam mawar kuningku, aku kan tetap di sini
*nunjuk hati
Ankasa, 12-12-12


